Saturday 17-10-2026

Oktober, Momentum Persatuan Pemuda untuk Menjaga Indonesia Tetap Damai

  • Created Oct 16 2026
  • / 59 Read

Oktober, Momentum Persatuan Pemuda untuk Menjaga Indonesia Tetap Damai

Oktober memiliki makna historis penting bagi perjalanan bangsa Indonesia. Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai latar belakang menyatukan tekad melalui Sumpah Pemuda. Momentum itu menjadi tonggak penting persatuan Indonesia sekaligus pengingat bahwa perbedaan bukan alasanuntuk terpecah belah.

 

Semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup di tengah tantangan zaman. Kini, mahasiswa dan pemuda memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, merawat toleransi, serta menghindari provokasi yang menyebarkan kebencian. Jangan sampai perbedaan pandangan justru dimanfaatkan untuk mengadu domba sesama anak bangsa.

 

Momentum Oktober tahun ini juga berdekatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam periode tersebut, berbagai evaluasi terhadap kebijakan pemerintah bermunculan, termasuk melalui demonstrasi mahasiswa di sejumlah daerah.

 

Demonstrasi merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai kelompok kritis yang menyampaikan aspirasi, mengawasi jalannya pemerintahan, dan mengingatkan penguasa ketika terdapat kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat.

 

Karena itu, kritik tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman. Pemerintah perlu mendengarkan aspirasi mahasiswa secara terbuka dan menjadikannya bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan. Sebaliknya, mahasiswa juga perlu menyampaikan tuntutan secara bertanggung jawab, berdasarkan argumentasi yang kuat, dan mengutamakan kepentingan publik.

 

Namun, kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga ketertiban. Demonstrasi hendaknya berlangsung damai, tanpa perusakan fasilitas umum, kekerasan, maupun tindakan yang merugikan masyarakat luas. Aspirasi yang baik akan lebih bermakna apabila disampaikan dengan cara yang tertib dan bermartabat.

 

Mahasiswa juga perlu mewaspadai provokasi dan upaya adu domba yang dapat menggeser tujuan demonstrasi. Jangan sampai semangat memperjuangkan perubahan justru ditunggangi kepentingan tertentu untuk menciptakan kebencian dan memperuncing perpecahan. Sikap kritis harus tetap disertai kemampuan memilah informasi, memeriksa fakta, dan menolak hasutan.

 

Pada akhirnya, persatuan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Kritik dapat berjalan beriringan dengan kedamaian, sementara perbedaan pendapat tidak harus berujung permusuhan. Justru demokrasi yang sehat membutuhkan ruang kritik sekaligus komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan menghormati hak orang lain.

 

Oktober seharusnya menjadi momentum bagi pemuda Indonesia untuk kembali menghidupkan semangat Sumpah Pemuda. Bersatu bukan berarti harus selalu sepakat, melainkan tetap menempatkan kepentingan bangsa di atas perbedaan. Mahasiswa boleh bersuara lantang, pemerintah harus bersedia mendengar, dan seluruh elemen masyarakat perlu menjaga Indonesia tetap damai.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First